Jumat, 04 Desember 2009

Siap UNAS dan UASBN 2010

Terjawab sudah pertanyaan kita tentang pelaksanaan UNAS 2010. Mendiknas telah memberikan kebijakan agar UNAS 2010 segera dipersiapkan untuk dilaksanakan. Alhamdulillah, berarti UNAS 2010 telah diperoleh keputusan untuk dilaksanakan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 75 TAHUN 2009 TENTANG SKL UNAS 2010 untuk UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH(SMP/MTs), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMPLB), SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH (SMA/MA), SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA (SMALB), DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)TAHUN PELAJARAN 2009/2010 dapat diDownload di sini. Adapun yang Permen nomor 74 tahun 2009 untuk SD/SDLB/MI sederajat, dapat di Download di sini!

Selamat Berjuang Rekan-rekan guru yang membelajarkan siswa untuk menyiapkan diri menghadapi UNAS dan UASBN 2010.
Selamat berjuang semua siswa yang akan menempuh Ujian, semoga semua sukses dan berhasil! Amien

Sabtu, 28 November 2009

UASBN 2010

Belakangan di media marak pemberitaan tentang UNAS yang ditiadakan. Bagimana kita menyikapinya?
Menurut saya nih, kayaknya lebih baik lembaga siap aja kalo UNAS tetap ada, soalnya pelaksanaan Ujian Akhir kan tinggal beberapa bulan lagi... ya kan? Jadi kalo memang UNAS tidak ada tidak menjadi masalah di lembaga, tetapi kalo memang tetap ada lembaga, siswa dan orang tua sudah siap. Ya, kita menunggu saja hasil keputusan BSNP.

Nah muncul pertanyaan baru nih, saya kan di SD! bagaimana dengan UASBN 2010? apakah ikut keputusan UNAS? Kalo menurut saya, sikap kita sama yaitu tetapjuga menyiapkan ada UASBN. Toh SKL UASBN 2010 juga telah ditetapkan melalui Permendiknas Nomor 74 tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI/SDLB tahun pelajaran 2009/2010. Dapat download di sini!

Semoga apapun keputusan pemerintah, menjadi keputusan terbaik untuk dilaksanakan dan yang terbaik bagi anak-anak kita!

Kamis, 22 Oktober 2009

Pertanian Organik dari Lawang Malang

Jawa Pos Radar Malang edisi Kamis, 22 Oktober 2009 menuliskan tentang Suroto, Penggerak Komunitas Petani Organik di Lawang, Awalnya Dianggap gila, Kini Jadi Jujugan Peneliti. Karena saya tertarik dengan topik itu, maka saya coba berbagi dengan pembaca dalam bentuk ringkasan.

Adalah Pak Suroto, Pak Sutarji, Pak Buang, Pak Supi'i, dan Pak Mistono, yang menjadi pioner pertanian organik di Desa Sumberngepoh Kecamatan Lawang. Bermula dari mahalnya harga pupuk kimia, beliau mengembangkan pertanian organik di desanya. Contoh pola organik yang beliau terapkan antara lain:

Pestisida Alami dari Dedaunan.
1. Anti hama walang sangit : digunakan segenggam daun sirsat, 1 ons rimpang dringu, dan 8 siung bawang putih. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk, lalu dicampur dengan 15 liter air dan selanjutnya disimpan selama 15 hari. Empat liter hasil fermentasi bahan tersebut dapat digunakan untuk 1 hektar lahan.
2. Anti hama sundep atau pengerat batang : digunakan bahan yang sama dengan anti walang sangit ditambahkan dengan 1 ons tembakau. Proses pembuatan sama dengan pestisida anti hama walang sangit.
3. Anti hama tikus : digunakan gadung. Ada gadung racun untuk mematikan dan gadung KB (Keluarga Berencana) untuk membuat tikus mandul. Sayangnya proses pembuatannya tidak ditulis nih...

Karena kesuksesannya, komunitas petani organik ini sering menjadi jujugan penelitian dari dalam dan luar negeri. Diantaranya India, Jerman, dan Jepang.

Tertarik dengan pertanian organik versi Pak Suroto dkk, main yuk ke Desa Sumberngepoh Lawang...

Salam Satu Jiwa

Selasa, 13 Oktober 2009

Download Powerpoint Materi Pembelajaran Biologi

Saya coba-coba nich upload beberapa file materi pembelajaran saya yang sederhana dan perlu disempurnakan pada materi IPA terutama Biologi, mungkin dapat digunakan di SMP atau SD/MI, semoga bermanfaat! Klik pada link berikut:
  1. Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
  2. Cara Reproduksi Makhluk Hidup (part1, part2, part3, part4, dan part5)
  3. Rekayasa Reproduksi (part1 dan part2)
  4. Pewarisan Sifat
Atau melalui menu "For Download" di samping!
Selamat Belajar!
Support by http://www.ziddu.com/

Sabtu, 10 Oktober 2009

Pembinaan Profesi Guru melalui KKG

Menurut http://yulianti200784.blogspot.com/2009/05/meningkatkan-profesional-guru-melalui.html

KKG sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus, pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru yang lebih kecil, yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas, dan kelompok kerja guru berdasarkan atas mata pelajaran. Untuk itu KKG memiliki tujuan, (1) memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru, (2) memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah, (3) meningkatkan pemahaman, keilmuan, keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing), (4) meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (Pakem).
Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar, seperti yang di ungkapkan Turney (Abin, 2006), bahwa keterampilan mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya; keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.

Berikut hasil penelitian tentang
Pembinaan Profesional Guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, dari http://one.indoskripsi.com/..semoga dapat kita jadikan bahan pembelajaran!

...Pembahasan...

Pada bagian pembahasan ini akan dianalisa tentang pelaksanaan Kegiatan KKG dan aspek pembinaan Profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG.

1. Pelaksanaan KKG.
a. Jadwal Pelaksanaan KKG.
... Mengenai penyusunan Jadwal KKG yang disusun oleh peraangkat gugus, dari hasil obeservasi dan wawancara yang dilakukan. Didapat gambaran bahwa, jadwal KKG disusun oleh perangkat Gugus tanpa dimusyawarahkan dengan guru selaku peserta KKG. dst...

b. Partisipasi Peserta KKG
...Berdasarkan itulah guru sebagai peserta KKG dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan KKG. Karena dengan keaaktifan guru tersebut menjadikan segala hal permasalahan yang mereka hadapi di kelas ataupun segala hal yang tidak mereka pahami dalam pelaksanaan KKG dapat dibahas secara bersama...

c. Narasumber Dalam Pelaksanaan KKG.
...Dalam pedoman pelaksanaan Sistem Pembinaan profesional Guru Sekolah Dasar, menjelaskan bahwa unsur-unsur ketenagaan Sistem Pembinaan profesional Seperti pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor berperan serta dalam mengelola organisasi Gugus termasuk memberikan pembinaan dalam kegiatan KKG. dst...
...
d. Pendanaan Kegiatan KKG
...Perangkat Gugus juga mengakui keterbatasan alokasi dana untuk pelaksanaan KKG. Sudah seharusnya pihak pihak terkait memperhatikan kebutuhan pendanaan untuk pelaksanaan KKG ini, karena KKG merupakan salah satu wadah untuk menjadikan Guru Sekolah Dasar lebih profesional.

2. Aspek Pembinaan Profesional Dalam Kegiatan KKG.
A. Penguasaan Kurikulum.
B. Penguasaan Materi
C. Penguasaan Metoda dan Teknik Evaluasi.
D. Komitmen Guru Terhadap Tugas.
E. Disiplin Dalam Arti Luas.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai pembinaan profesional melalui kegiatan KKG , peneliti dapat mengambil kesimpulan, yakni sebagai berikut.
1. Pelaksanan KKG di Gugus III SD No. 14 Gurun Lawas yang diadakan dua kali dalam sebulan dinilai kurang dan tidak sesuai dengan pedoman Dirjen pendidikan dasar yang mengharuskan pelaksanaan KKG minimal sekali dalam seminggu
2. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG, tingkat keaktifan guru amatlah rendah. Padahal salah satu tujuan KKG adalah sebagai wadah untuk memecahkan segala permasalahan yang ditemui guru di kelas.
3. Narasumber dalam pelaksanaan KKG diberdayakan dari perangkat Gugus yang terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan Tutor yang tergabung dalam satu Gugus, sehingga penyajian materi dalam pelaksanaan KKG lebih mudah dilakukan karena narasumber lebih mengenal karakteristik peserta KKG.
4. Untuk memonitoring penerapan hasil pelaksanaan KKG, diadakan Supervisi Silang oleh Kepala Sekolah yang tergabung dalam lingkup Gugus.
5. Anggaran dana bagi pelaksanaan KKG bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran dana yang diberikan dinilai tidak mencukupi untuk pelaksanaan KKG, sehingga Perangkat Gugus terpaksa memaksimalkan dana yang tersedia untuk pelaksanaan KKG dengan segala keterbatasan yang ada
6. Pembinaan profesional yang diberikan dalam pelaksanaan KKG hanya terbatas kepada aspek peningkatan mutu pembelajaran, sedangkan aspek pembinaan mengenai Komitmen guru dan peningkatan disiplin tidak menjadi kajian utama.

B. Saran.
Berdasarkan temuan penelitian yang peneliti lakukan di Gugus III SD 14 Gurun Lawas mengenai Pembinaan Profesional melalui kegiatan KKG. Maka peneliti ingin menyampaikan beberapa sumbang saran kepada pihak yang terkait, antara lain:
1. Sebaiknya Kuantitas pelaksanaan KKG ditingkatkan sesuai dengan aturan minimal yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Dikarenakan salah satu tujuan KKG untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru di kelas, hendaknya guru berpartisipasi aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan KKG.
3. Alokasi dana untuk pelaksanaan KKG hendaknya rancang ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari pelaksanaan KKG.
4. Sebaiknya 5 kemampuan dasar bagi guru profesional yang ditetapkan oleh Dirjen Dikdasmen, menjadi fokus utama dalam kegiatan KKG.

Secara lengkap baca di http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/skripsi-lainnya/pembinaan-profesional-guru-melalui-kelompok-kerja-guru-kkg-di-gugus-iii-sd-no-14-gurun-lawas-ke
terima kasih http://one.indoskripsi.com dan http://yulianti200784.blogspot.com/